.post img:hover { -o-transition: all 0.9s; -moz-transition: all 0.9s; -webkit-transition: all 0.9s; -moz-transform: scale(1.7); -o-transform: scale(1.7); -webkit-transform: scale(1.7); }
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

DO’A UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2018


Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamin, washalatu wassalamu ‘alaa sayyidil mursaliin,  wa’alaa aalihi  washohbihi ajma’iin.

Dengan nama-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji untuk-Mu Tuhan semesta alam, Engkau tempat kami meminta, Engkau tempat kami memohon, kami berdoa kehadirat-Mu  ya Allah.

Ya Allah, ya Tuhan kami
Saat ini kami berkumpul dalam rangka mengikuti “Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018”, untuk itu ya Allah jadikan kegiatan peringatan ini, kegiatan yang penuh rahmat, kegiatan yang membawa manfaat, dan kegiatan yang penuh dengan hikmat. Ya Rob,  berkati dan redhoi acara kami ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Bersihkan hati kami dari sifat-sifat yang buruk, semaikan hati kami dengan berbagai sifat-Mu yang mulia, satukan hati dan perbuatan kami dalam membangun negeri yang kami cintai ini, khususnya di bidang pendidikan agar lebih maju dan berkualitas, mampu mengejar ketertinggalan pendidikan bangsa kami, dan jadikanlah negeri kami, negeri yang berkah, negeri yang rakyatnya makmur dan sejahtera, dalam iman dan taqwa serta selalu dalam  curahan maghfirah Mu  ya Allah.

Ya Allah,  Tuhan Yang Maha Kuasa
Betapa banyak tantangan dalam dunia pendidikan kami saat ini, oleh karena itu ya Allah bimbinglah kami, berilah kekuatan lahir dan batin kepada kami, satukan pandangan kami, bangkitkanlah semangat membangun dunia pendidikan kami, agar kami mampu membangun karakter bangsa ini menjadi bangsa yang memiliki peradaban yang  unggul dan mulia, bangsa yang memiliki kecerdasan secara komprehensif, dan berbudi pekerti luhur.

Ya Allah, ya Rahman ya Rahim
Limpahkanlah rahmat dan hidyah-Mu, curahkanlah ilmu dan hikmah-Mu kepada kami, agar kami mampu menjadi hamba-hamba-Mu yang selalu amanah dalam menjalani kehidupan ini, lulus  dalam  menghadapi berbagai ujian dan cobaan dari-Mu, serta ikhlas dalam mengabdi kepada- Mu.

Ya  Allah, Tuhan Yang Pengasih
Alangkah banyak karunia nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami, namun terkadang kami suka mengingkari karunia nikmat-Mu itu, untuk itu ya Allah ampunilah segala kekhilafan kami, jauhkanlah kami dari segala murka-Mu, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang pandai bersujud dan bersyukur kepada-Mu.


Ya Allah, ya Tuhan Yang Maha Pengampun
Kami sadar begitu banyak dosa dan kesalahan yang telah kami lakukan, jika Engkau tidak sudi mengampuni, kepada siapa kami harus memohon ampun. Oleh karena itu ya Allah, ampuni segala dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan orang tua kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami, dan tetapkanlah hati kami untuk selalu berada di atas jalan-Mu  yang benar.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar
Kabulkanlah doa dan permohonan kami. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘azdaabannaar. Washallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi ajma’iin.
Walhamdulillahi   rabbil ‘aalamiin.
Share:

HSI 5.58 : Perpisahan Orang-orang Beriman dan Orang Munafik

sumber gambar : https://teotrandafir.com

Setelah bangkit dari sujud, maka orang-orang yang beriman akan mengikuti Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Dan akan dibentangkan as-sirothatau jembatan di atas neraka. Sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Keadaan saat itu gelap gulita. Seorang Yahudi pernah bertanya kepada Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam,
Di manakah manusia di hari di mana bumi dan langit diganti?
Beliau Sholallohu 'Alaihi
Wasallam mengatakan,
Di tempat yang gelap sebelum jembatan (HR. Muslim)
Kemudian orang-orang yang beriman akan diberi cahaya. Di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, di dalam Al-Mu'jamul Kabir, dari Abdullah Ibnu Mas'ud radhiallohu'anhu, bahwasanya Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Maka Alloh memberikan kepada mereka cahaya sesuai dengan amalan mereka.
Ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar gunung yang besar yang berjalan di depannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Dan ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar pohon kurma di sebelah kanannya. Dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Sehingga ada yang diberi cahaya di jempol kakinya, kadang menyala dan kadang padam. Apabila menyala, maka dia melangkahkan kakinya dan berjalan. Dan apabila padam, maka dia berdiri. Ini menunjukkan kepada kita tentang pentingnya mengamalkan ilmu bagi seorang muslim. Semakin banyak cahaya ilmu yang dia amalkan di dunia, maka akan semakin banyak cahaya yang akan dia dapatkan di hari kiamat.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, disebutkan bahwasanya orang-orang munafik juga akan diberikan cahaya dan akan mengikuti Alloh. Namun cahaya mereka padam sebelum sampai jembatan. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menceritakan dalam Surat Al-Hadid : 12-15 yang artinya,
Pada hari ketika kamu melihat orang-orang yang beriman, laki-laki dan wanita, cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. Dikatakan kepada mereka, "Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian. Yaitu surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kalian akan kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar." Pada hari ketika orang-orang munafik, laki-laki dan wanita, berkata kepada orang-orang yang beriman, "Tunggulah kami, supaya kami dapat mengambil sebagian cahaya dari kalian." Dikatakan kepada orang-orang munafik, "Kembalilah kalian ke belakang dan carilah sendiri cahaya untuk kalian." Lalu dibuatlah di antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang munafik sebuah dinding yang memiliki pintu. Di sebelah dalamnya, yaitu di sisi orang-orang yang beriman ada rahmat. Dan di sebelah luarnya, yaitu sisi orang-orang munafik ada siksa. Orang-orang munafik memanggil orang-orang yang beriman dan berkata, "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kalian di dunia?" (Maksudnya bersama-sama dengan orang-orang yang beriman secara dzahir. Orang-orang beriman menjawab, "Benar. Akan tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri, yaitu dengan kenifaqan kalian. Dan kalian dahulu menunggu-nunggu kehancuran kami. Dan kalian ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong. Sehingga datanglah ketetapan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Dan penipu yaitu setan, telah memperdaya kalian tentang Alloh. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kalian maupun dari orang-orang kafir. Tempat kalian adalah neraka, itulah tempat berlindung kalian, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Demikianlah orang-orang munafik kembali tertipu. Mereka mendapat cahaya di awal dan menyangka bahwasanya mereka akan selamat bersama dengan orang-orang yang beriman. Namun ternyata persangkaan mereka salah. Orang-orang yang beriman ketika melihat cahaya orang-orang munafik padam mereka berdoa kepada Alloh seperti tertuang dalam Surat At-Tahrim : 8

رَبَّنَآ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا وَٱغۡفِرۡ لَنَآ‌ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ 
Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu.
Di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan juga Tirmidzi, Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda bahwasanya orang yang berjalan ke masjid di dalam kegelapan malam, yaitu untuk melakukan sholat berjamaah, maka dia akan mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat. Di antara usaha seorang muslim untuk menghilangkan kenifaqan adalah dengan menjaga sholat lima waktu secara berjamaah. Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Barang siapa yang sholat karena Alloh selama 40 hari secara berjamaah mendapatkan takbiratul ula (yaitu takbiratul ihram), maka dia akan terlepas dari dua perkara. Terlepas dari neraka dan terlepas dari kenifaqan (Hadits hasan riwayat Tirmidzi).
Sumber : Audio Halaqoh Silsilah Islamiyah bimbingan Ustadz Abdullah Roy
Share:

HSI 5.57 : Tinggalnya Orang-orang Beriman dan Orang Munafiq


Di dalam hadits Abu Said Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori dan Muslim disebutkan bahwasanya setelah orang-orang kafir baik musyrikin maupun ahlul kitab digiring ke neraka, maka tidak tersisa kecuali orang-orang yang menyembah Alloh, yang sholeh maupun yang fajir. Dikatakan kepada mereka,
Apa yang menghalangi kalian untuk pergi, sedangkan manusia sudah pergi?
Dalam riwayat Muslim,
Apa yang kalian tunggu?
Mereka berkata,
Kami berbeda dengan mereka di dunia. Padahal kami dahulu butuh dengan mereka.
Maksudnya dahulu mereka bertauhid tidak menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir. Meskipun mereka membutuhkan orang-orang kafir tersebut dalam beberapa hal.
Mereka berkata,
Sungguh kami telah mendengar penyeru menyeru supaya setiap kaum mengikuti apa yang dia sembah. Dan kami sekarang sedang menunggu Rabb kami.
Maka datanglah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam bentuk yang berbeda dengan bentuk yang mereka lihat pertama kali. Ini menunjukkan bahwasanya orang-orang yang beriman akan melihat Alloh di Padan Mahsyar. Kemudian Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Maka Alloh berkata, "Aku adalah Rabb kalian." Mereka berkata, "Kami berlindung kepada Alloh darimu. Kami tidak menyekutukan Alloh sedikitpun."
Mereka mengatakan perkataan ini dua atau tiga kali. Maksudnya Alloh akan menguji mereka dengan memperlihatkan diri-Nya kepada mereka dalam bentuk yang lain. Ketika mereka melihat Alloh dalam bentuk yang lain, maka mereka berlindung kepada Alloh, supaya tidak terfitnah di dalam ujian ini. Dan ucapan mereka, "Kami tidak menyekutukan Alloh sedikitpun.", menunjukkan tentang keutamaan tauhid.
Beliau Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Maka tidak berbicara kepada Alloh saat itu kecuali para Nabi.
Maka Alloh berkata,
Apakah kalian memiliki tanda sehingga kalian mengetahui bahwa Dia adalah Rabb kalian?
Mereka berkata,
Betis.
Maka disingkaplah betis Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Para ulama mangatakan bahwasanya ini adalah termasuk hadits yang berisi sifat Alloh. Kewajibah kita beriman bahwasanya Alloh memiliki betis sesuai dengan keagungan-Nya. Tidak boleh kita ingkari, tidak boleh kita serupakan dengan mahluk, tidak boleh kita takwil, dan tidak boleh kita bertanya tentang bagaimananya. Kemudian Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallambersabda,
Maka sujudlah setiap mukmin.
Dan dalam riwayat Muslim disebutkan,
Tidak tersisa orang yang dahulu sujud untuk Alloh, ikhlas dari dirinya kecuali Alloh akan mengijinkan dia bersujud. Kemudian tidaklah tersisa orang yang dahulu sujud karena hanya ingin melindungi diri dan riya' kecuali Alloh akan menjadikan punggungnya menjadi rata. Setiap akan sujud dia jatuh tersungkur di atas tengkuknya.
Maksudnya dia tidak bisa sujud karena punggungnya yang semula memiliki beberapa ruas tulang yang memudahkan dia untuk membungkuk, menjadi hanya memiliki satu ruas tulang yang rata. Demikianlah keadaan orang-orang yang dahulu menipu Alloh dan orang-orang yang beriman di dunia. Maka Alloh menipu mereka. Mereka mengira bahwasanya mereka akan selamat dengan tinggalnya mereka saat itu bersama orang-orang yang beriman. Namun ternyata perkiraan mereka adalah perkiraan yang salah. Kemudian Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Kemudian orang-orang yang beriman mengangkat kepala mereka dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah kembali kepada bentuk-Nya yang semula.
Kemudian Alloh berkata,
Aku adalah Rabb kalian.
Mereka pun berkata,
Engkau adalah Rabb kami.

Share:

HSI 5-52 : Telaga Rosululloh



Diantara beriman kepada hari akhir adalah Beriman tentang Adanya Telaga Rasulullah صلى الله عليه وسلم Pada Hari Kiamat. Hadits-hadits yang datang di dalam masalah ini mencapai derajat mutawatir. Diantaranya adalah sabda beliau صلى الله عليه وسلم
إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً وَإِنِّي أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً

Share:

HSI 5-51: Mizan (Timbangan) dan Penimbangan Amal (bagian 2)


Amalan yang paling berat di dalam timbangan pada hari kiamat adalah dua kalimat syahadah. Dari Abdullah ibnu 'Amr ibnul Ash radhiallohu'anhuma, beliau berkata Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya Alloh akan memilih seseorang dari umatku di hadapan mahluk-mahluk yang lain pada hari kiamat. Maka dibukalah di hadapannya 99 sijil.
Share:

Apa yang Membedakan diantara para Nabi AS

Para nabi beragama islam, menyerahkan dirinya hanya pada Allah, yang membedakan agama islam yang dibawa para nabi dengan agama islam yang dibawa nabi yang lain adalah tentang tata cara beribadah, serta halal dan juga haram, terkadang, suatu ibadah memiliki nama yang sama, tetapi meimiliki tata cara yang berbeda. Terkadang, sesuatu yang diharamkan atas suatu ummat, dihalalkan bagi umat yang lain, semuanya ini disesuaikan dengan hikmah dan kebijaksanaan Allah swt, dzat yang Maha tahu, dan maha Bijaksana.
Firman Allah:
Kami telah jadikan, masing masing dari kalian syariat, dan juga cara, (Al Maidah 48)
Sabda rasul:
Para nabi adalah saudara sebapak, ibu – ibu mereka berbeda, dan agama mereka satu, (HR Bukhari, Muslim)
Yang dimaksud dengan ibu – ibu mereka berbeda adalah syariat mereka berbeda.
Shalat dan zakat telah disyariatkan kepada umat sebelum nabi Muhammad saw,
Firman Allah tentang nabi Ismail:
Dan dahulu Ismail AS, menyuruh keluarganya untuk shalat dan juga zakat (Maryam 55)
Nabi Isa AS beliau berkata:
Dan Allah swt telah berwasiat kepadaku, untuk shalat dan juga zakat, selama aku masih hidup, (Maryam 31)
Namun shalat di atas tanah terbuka, di luar tempat khusus ibadah, hanyalah disyariatkan di dalam agama islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.
Demikian pula, harta rampasan perang, diharamkan atas umat terdahulu, tetapi dihalalkan bagi umat islam di masa kita,
Sabda Rasulullah saw:
Dan telah dijadikan bagiku, tanah ini, sebagai masjid dan juga alat untuk bersuci, maka siapa saja diantara ummatku, yang mendapatkan waktu shalat, maka hendaklah dia shalat. Dan telah dihalalkan bagiku, hrampasan perang,  dan tidak dihalalkan bagi seorang sebelumku.

Penjelasan dalam Format Audio dapat di unduh di sini : Apa yang Membedakan diantara para Nabi AS.mp3
Share:

Keutamaan Islam yang Dibawa Oleh Nabi Muhammad SAW

Islam yang dibawa oleh nabi kita Muhammad saw, memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki syariat sebelumnya, diantaranya:
sumber :foundtheworld.com
1. Syariat beliau saw adalah syariat untuk seluruh ummat manusia, Firman Allah:

Katakanlah wahai manusia, sesungguhnya aku adalah rasulullah bagi kalian semuanya.
Wajib bagi setiap orang yang mendengar diutusnya Rasulullah saw untuk beriman dengan beliau, barangsiapa yang tidak beriman dengan nabi Muhammad saw, setelah diutusnya beliau, maka ia kafir, meskipun ia mengaku mengikuti syariat nabi sebelum rasulullah saw.
Sabda Rasul:
Demi dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar tentang diriku seorang pun dari ummat ini, baik yahudi maupun nashrani, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan yang aku bawa, kecuali dia termasuk penduduk neraka, (HR Muslim)

2. Syariat beliau saw, adalah syariat yang paling sempurna, Sabda Rasul:

Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada sorga dan menjauhkan dari neraka, kecuali sudah diterangkan kepada kalian (HR At Thabrani)
Datang beberapa yahudi kepada salman al farisi RA, dan mengatakan “nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segalal sesuatu sampai tata cara buang air kecil” (HR Muslim)
Apabila hal yang dianggap sepele diajarkan oleh islam maka bagaimana dengan permasalahan yang lain? Islam mengajarkan akidah kepada Allah, akhlak kepada manusia, tat cara berdagang, makanan yang halal, makanan yang haram, oleh karena itu hendaknya seorang muslim bersyukur atas nikmat hidayah islam ini, ketika banyak manusia tidak mendapatkannya.
Share:

Perbuatan Syirik Membatalkan Seluruh Amalan Kita

بسم الله الرحمن الرحيم ,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه , الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Pernahkah Anda kehilangan file data berharga, hasil kerja keras Anda selama berhari-hari atau berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun? bagaimanakah perasaan Anda saat itu? sedih bukan! terkadang seseorang berani untuk membayar jutaan rupiah asal file yang berharga tersebut kembali. 
Saudaraku sekalian.. 
Syirik adalah dosa besar yang bisa membatalkan amalan seseorang. Allâh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah berfirman: 
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ
“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu Wahai Muhammad (Nabi-nabi) dan orang-orang sebelummu bahwa "Apabila kamu berbuat syirik Maka sungguh akan batal amalanmu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang merugi" Maka sembahlah Allâh saja dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. Az-Zumar: 65-66)
Dalam ayat ini, seorang Nabi pun apabila dia berbuat syirik maka batal amalannya, Oleh karena itu, saudara sekalian jagalah amalan Anda yang sudah Anda tabung bertahun-tahun, jangan biarkan amalan tersebut hilang begitu saja hanya karena kejahilan Anda terhadap Tauhid dan juga syirik. terkadang sebuah perbuatan yang kita anggap biasa bisa menghancurkan amalan sebesar gunung dan belum tentu ada waktu lagi untuk bisa menabung kembali. 




وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
  File Audio materi diatas dapat di unduh disini
Share:

Pilihan Pembaca

Obbie Messakh - Kisah Kasih di Sekolah 1987

Like Us

Translate

Follow Kami

    Twitter Facebook Google Plus LinkedIn
    Pinterest Instagram Youtube Channel

Recent Posts

Downloads

  1. Dapodik 2018 B download di sini
  2. Dapodik 2018 download di sini
  3. POS Ujian Nasional (POS UN 2018) download disini